Senin, 14 Agustus 2017

Tentang Hidup Kita

Hidup kita ini, Sayang, tidak akan seindah gambar-gambar yang dipajang di media sosial.
Tidak bisa dipilih untuk diambil dari sudut yang visualnya apik.
Tidak bisa disunting dengan pencahayaan dan kontras dan menjadikannya menarik.

Pun disusun hingga feednya terlihat cantik dengan pilihan tone warna yang mirip antar satu dengan lainnya. 

Aku akan tumbuh, menua, dan keriput.
Semakin gemuk, semakin banyak bicara.
Semakin jauh tampilannya dari perempuan-perempuan di media sosialmu.

Kamu mungkin akan menua dengan stamina tak sekuat biasa.
Kamu mungkin akan hilang kesabaran.
Semoga tak sering-sering.

Hidup kita ini, Sayang, tak mungkin akan semanis kalimat-kalimat puitis yang ditulis di media sosial. Tak mungkin hanya berisikan genggam tangan dan perayaan-perayaan romantis. 

Kita akan bertengkar. Mungkin saat aku sulit makan. Mungkin saat kamu enggan istirahat.
Kita akan saling kesal karena masing-masing keras kepala dan enggan mengalah.
Kita akan saling tunjuk kesalahan dan menolak mengakui khilaf masing-masing.
Semoga tak sering.

Tapi usainya, kita akan duduk berhadapan, diam-diam malu pada usia dan egoisme yang tak berimbang. Diam-diam mengulang kebaikan yang berpuluh tahun sudah ditanam. Diam-diam berucap maaf dengan ekspresi dekapan hangat. Lalu kita akan menertawakan diri sendiri karena bertahun hidup bersama, hal kecil masih saja bisa jadi masalah.

Hidup kita ini, Sayang, akan penuh dengan gejolak dan ketidakteraturan.
Melewatinya tidak akan cukup hanya dengan menekan satu fitur hapus.

Melewati hidup kita, butuh banyak cinta dan kesabaran.
Agar tak menyerah di tengah, butuh ingatan tajam tentang bagaimana kita memulai.
Tiap masalah datang, butuh keyakinan besar bahwa badainya akan selesai.

Hidup kita ini, Sayang, tak akan mudah.
Namun semoga sepadan dengan perjuangannya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting