Kamis, 14 September 2017

Memelihara Hewan & Kejiwaan

Chilling Time = Snowball + Netflix
Beberapa bulan belakangan, saya merasa sedang tidak sehat mental. Penyebabnya tidak perlulah saya tuliskan di sini. Selain karena saya sedang tidak ingin "telanjang" di pos ini, saya juga sedang tidak mood untuk curhat (soal itu).

Sebagai yang aware dengan keadaan tersebut, saya lalu mencoba beberapa cara yang sebelumnya ampuh memperbaiki keadaan psikis saya. Mulai dari mewarnai, jalan-jalan, dan beberapa kegiatan main yang menyenangkan lainnya. Tapi sepertinya kurang cocok dengan keadaan yang saya sedang alami.

Lalu saya jadi ingat kalau sudah lama sekali saya ingin punya hewan peliharaan di rumah. Sejak kucing terakhir saya meninggal, rumah saya memang tanpa peliharaan. Dari berbagai jenis hewan yang mungkin dipelihara, akhirnya saya menaruh pilihan pada hedgehog.

Oh anyway, kindly check on my hedgehog's Instagram account here ☃️
Things didn't go as easy as I planned, to be honest. Tidak seperti anjing atau kucing yang menurut saya affectionate, hedgehog tends to be umm.. kinda difficult animal. Tapi saya memang percaya kalau kita membeli/mengadopsi hewan tidak sepaket dengan rasa percayanya terhadap kita, sih. Jadi saya memang sudah siap untuk berusaha mengambil hati.

Sebagai hewan soliter, masa awal bonding dengan Snowball (nama hedgehog saya) memang harus dijalani dengan sabar. Belum lagi duri-durinya yang bikin tangan saya luka beberapa kali. Haha. Tapi saya nggak gentar, dong! Kan sesuatu yang sulit didapatkan akan sulit terlepas. #asik

Dua minggu berjalan, saya merasakan perubahan baik. Tidak hanya di relasi saya dengan Snowball, tapi juga keadaan mental saya. As simple as, saya semangat bangun (tidak) pagi, secara subjektif lebih bahagia, dan pikiran negatif di kepala saya berkurang signifikan.

Dalam beberapa artikel (sebagian ilmiah dan sebagiannya lagi nggak 😆) memang disebutkan bahwa hewan peliharaan dapat memiliki efek terapeutik bagi pemiliknya karena beberapa alasan:

1. Obat Kesepian
Rasa kesepian memang bisa jadi penyebab turunnya well-being seseorang. Ingat ya, kadang semua hal terkait penyebab kondisi psikis memang sifatnya subjektif. Ini artinya, seseorang bisa saja merasa kesepian meskipun kelihatannya dikelilingi oleh banyak orang/teman.

Bagi orang yang merasa kesepian, hewan peliharaan bisa jadi salah satu obatnya. Berbicara dan beraktivitas dengan hewan peliharaan bisa jadi pengurang stres yang baik. Bahkan aktivitas sederhana seperti memandangi akuarium bisa membangun mood positif, lho.

2. Kebutuhan Sentuhan Afeksi
Pada dasarnya, sebagian besar manusia menikmati (dan membutuhkan) interaksi berupa sentuhan. Sentuhan yang dimaksud adalah interaksi sosial non seksual, ya 😝. Dengan memiliki hewan peliharaan, kebutuhan akan sentuhan dapat dipenuhi. Studi menunjukkan bahwa kamu bisa merasa lebih rileks dengan memangku atau mengelus hewan peliharaan.

Playing hide and seek with the master of disguise
3. Rutinitas & Tanggung Jawab
Rutinitas dan banyaknya tugas memang bisa membuat seseorang stres, namun ketiadaan dua hal tersebut sama buruknya. Memiliki hewan peliharaan bagi membuat hidup memiliki pola dan lebih teratur karena bertambahnya tanggung jawab untuk memberi makan hewan, mengajaknya jalan-jalan, dan lainnya. Selain itu, tanggung jawab terhadap hewan peliharaan juga memberikan seseorang tujuan yang akan memunculkan perasaan positif. 

4. Kasih Sayang Sederhana
Hewan peliharaan disebut-sebut memiliki kasih sayang yang tulus dan sederhana. Berbeda dengan manusia yang relasinya seringkali rumit dan malah jadi penyebab stres, relasi dengan hewan peliharaan terasa apa adanya. Rasa diterima dan disayangi dapat membantu seseorang lebih bahagia dan tentu dapat memperbaiki kualitas kesehatan mental seseorang.

Saya perlu menambahkan juga bahwa cara ini belum tentu cocok untuk kamu. Jika kamu misalnya tidak suka berinteraksi dengan hewan atau memiliki alergi terhadap hewan atau (yang lebih parah) tidak siap berkomitmen dalam merawat hewan peliharaan, tolong jangan serta merta mengikuti saya. Kamu bisa mengecek artikel berikut untuk menilai apakah memelihara hewan merupakan cara yang cocok untuk kamu dalam mengatasi stres atau depresi (dalam level ringan hingga sedang).

Mengenai penilaian kondisi depresi atau kecemasan yang dapat dipercaya, silakan datang ke tenaga profesional. Namun untuk langkah awal, kamu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana di sini. Saya merasa perlu untuk mengingatkan bahwa hasil tes tersebut bukan merupakan diagnosis, namun dapat membantu kamu menentukan langkahmu berikutnya.

Bacaan lain terkait hewan peliharaan dan mental health dapat juga dibaca di sini:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4248608/
http://www.nytimes.com/1982/08/11/garden/owning-a-pet-can-have-therapeutic-value.html?pagewanted=all
https://thepsychologist.bps.org.uk/volume-24/edition-3/value-pets-human-health
http://www.vital-aging-network.org/Resources_for_Vital_Living/Health_and_Fitness/68/Essay__Benefits_of_Owning_a_Pet.html
https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/p/pets-and-mental-health
http://www.npr.org/sections/health-shots/2012/03/09/146583986/pet-therapy-how-animals-and-humans-heal-each-other

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting