Kamis, 09 November 2017

Kamu udah merasa disayang belum?


Ada orang-orang tertentu yang mengaku melakukan beberapa hal karena perasaan sayangnya terhadap kita. Namun, sayangnya kita tidak bisa merasakan perasaan sayang yang melatarbelakangi tindakan itu. Lebih parah lagi, kita justru kesulitan mengasosiasikan tindakan tersebut dengan perasaan sayang. Barangkali dalam beberapa kesempatan justru kita merasa, "Hih, katanya sayang, kok nyebelin amat sih?"

Duh, alinea di atas banyak sekali ya mengandung kata sayang 😅

Saya beberapa waktu ini menyadari kalau saya sering menikmati perlakuan yang diberikan orang terdekat saya tanpa bersyukur. Padahal, menurut hasil komparasi sosial yang saya lakukan, ternyata apa yang dilakukannya sudah lebih baik dibandingkan rata-rata orang pada umumnya.

Misalnya pertanyaan sederhana kala kami berseteru seperti: "Trus kamu mau diingatkan dengan cara bagaimana?"

..yang tidak sarkastik. Pertanyaan karena ia benar-benar ingin tahu bagaimana cara mengingatkan saya untuk makan dan rutin minum vitamin di tengah kesenangan saya bekerja.

Sederhana, tapi menurut saya berharga karena dia sudah berusaha mengalihbahasakan rasa sayangnya supaya terasa oleh saya. Ini jauh lebih menyenangkan ketimbang suara tinggi berbunyi, "Ya tapi kan saya ingetin kamu karena saya sayang sama kamu!"

Kadang kita begitu keras kepala dan haqqul yakin kalau "atas nama kasih sayang" perlakuan kita terhadap orang-orang tertentu jadi "boleh" dan "sah". Maka dalam perseteruan sering muncul kalimat-kalimat yang mirip polanya seperti:

"Saya kan melarang kamu pulang malam soalnya saya sayang sama kamu!"

"Saya kan ingetin soal skripsi kamu soalnya saya sayang sama kamu!"


Padahal, kalau mau bersikap dengan kepala dingin sebentar aja, bukan pekerjaan yang maha sulit untuk mengubah bentuk kalimat menjadi:

"Saya khawatir. Kamu sudah yakin tempatnya aman? Apa ada yang bisa saya lakukan untuk memastikan keamanan kamu? Menemani kamu, misalnya? Atau apa?"

"Kalau kesulitan soal skripsi, kamu boleh cerita sama saya. Saya juga akan senang sekali membantu kalau kamu inginkan. Anyway, mau nggak ngomongin progress skripsi kamu sambil ngopi atau makan roti panggang?"


Kalau mau bermodal beberapa tarik napas dan waktu lebih banyak sekian detik, kalimat kamu jadi lebih manis dan hampir pasti meninggalkan perasaan yang berbeda pada yang mendengar.

"Tapi kan yang penting saya sayang sama dia! Kok repot amat harus ngikutin apa yang dia mau?"

Ngg, kamu sayang sama dia itu, untuk dia? Atau untuk kamu?
Hati-hati ngomong sayang, kalau mengaku menyayangi orang lain tapi sebenarnya lagi ternak ego sendiri, yaaaaa.. jangan bilang sayang sama dia, dong. Bilangnya gini, "Saya lagi bagi-bagi afeksi soalnya diri saya merasa lebih baik kalau saya bagi-bagi afeksi. Saya nggak peduli deh dia nerimanya gimana, kan saya mah sayang sama dia buat diri saya sendiri, bukan buat dia."

Ihik.

Menurut saya, salah satu pertanyaan terbaik yang pernah saya dapatkan adalah,
"Kamu udah merasa belum kalau saya sayang sama kamu?"

Bukan ungkapan, "Saya sayang kamu." doang. Meskipun ungkapan itu manis juga, tapi saat ada yang nanya ke kita apakah kita sudah merasa disayang, bagi saya sih seolah pendapat saya juga penting di perihal sayang-menyayangi ini.

Apalagi kalau ditambah dengan pertanyaan lanjutan, "Gimana caranya supaya kamu merasa lebih disayang lagi sama saya?"

Trus saya jawab, "Ih kok kamu gitu sih? Cari tau sendiri dong. Jadi cowok kok ngga mau berusaha."

BEGOK. Jawab begitu kayak hidup kurang susah aja. 

"Saya maunya kamu sering nyapa di WhatsApp, trus kirim gambar kucing-kucing lucu. Trus kalau diajak jalan, kamu milih juga mau makan apa. Jangan makan makanan kesukaan saya terus."

Jelas. Nggak bikin bingung. Ngga pakai drama. Nggak pakai begok.

Saya bilang itu begok soalnya itu hanya akan nyusahin pasangan kamu. Well, tapi kali aja pasangan kamu itu doyan baca lima sekawan atau detektif Conan, jadi dia makin semangat kalau disuruh memecahkan misteri, ya boleh aja dipake.

Intinya, kalau kita sayang sama orang, sampaikanlah dengan cara yang tak menghilangkan pesan sayangnya sampai tiba di orang itu. Percuma juga kan kalau mau ngasi berlian tapi dilempar ke muka penerimanya, bukannya senang, malah bikin benjol dan gegar otak. Hehe.



sumber gambar: https://www.pexels.com/photo/adorable-animal-attention-cat-372657/

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting